Diberdayakan oleh Blogger.

Peribahasa mengatakan:

Tidak ada gading yang tak retak

yangg artinya tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.. karena kesempurnaan hanya milik ALLAH SWT semata, karena itulah Ingatlah ALLAH SWT, dan berterimakasihlah padaNya setiap hari atas karunia yang diberikanNya kepada kita semua...^^

SekilAs Sonchee^^

Foto saya
Malang, Jawa Timur, Indonesia
Cewek 17 tahun^^ g bisa renang, muslim, apalagi yah.. itu aja dech,, hehehe-buka aib entar wkwk^o^-

Pengikutdd

Sabtu, 02 Oktober 2010

Sinyal Misterius dari Kembaran Bumi, Alien?

VIVAnews --  Para ilmuwan baru-baru ini menemukan planet 'kembaran Bumi' yang berada di luar tata surya. Namanya, Planet Gliese 581g.  Nama lain yang kendengarannya lebih indah adalah 'Dunia Zarmina'. Penemuan itu merupakan hasil pengamatan selama 11 tahun oleh para ilmuwan dari berbagai negara.

Para ilmuwan itu tidak cuma menemukan Dunia Zarmina, tapi juga menemukan adanya sinyal misterius yang dipancarkan dari planet yang kemudian disebutkan sebagai planet kembaran bumi itu.
Adalah Dr Ragbir Bhathal, ilmuwan dari University of Western Sydney yang melihat sinyal aneh itu pada Desember 2008 -- jauh sebelum diumumkan bahwa ada planet yang bisa dihuni mahluk hidup di orbit bintang cebol, Gliese 581.

Bhathal yang adalah anggota organisasi SETI (search for extraterrestrial intelligence) -- organisasi yang bertujuan membuka kontak dengan kehidupan lain di luar Bumi -- sedang mengamati langit ketika ia menemukan sinyal 'mencurigakan' dari area galaksi di mana Gliese 581g bermukim.

Penemuan ini menguatkan  dugaan bahwa  Gliese 581g adalah planet paling mirip Bumi yang pernah ditemukan. Adakah kehidupan di sana?

Penemuan Bhathal hanya sebulan sebelum para astronom mengumumkan penemuan planet Gliese 581e yang kurang bisa dihuni (habitable) dibandingkan Gliese581g -- meski keduanya terletak di sekitar bintang yang sama yang jauhnya, sekitar 20 tahun cahaya.

"Kami menemukan sinyal yang tajam, seperti laser yang selama ini kita cari-cari. Itulah yang kami temukan, dan kami sangat bersemangat," kata Bhathal seperti dimuat situs Daily Mail, 1 Oktober 2010.

Berbulan-bulan setelah penemuannya, Bhathal yang punya reputasi sebagai 'pemburu alien dari Australia' menyapu langit untuk mencari sinyal kedua -- untuk mencari tahu apakah fenomena itu adalah nyata atau justru kesalahan instrumen. Sayang, pencariannya tak menghasilkan apapun.

Namun, penemuan planet mirip Bumi di sekitar Gliese 581 - baik 581e dan 581d, membuat imajinasi publik makin liar.

Pembuat film dokumenter, RDF dan situs jejaring sosial, Bebo menggunakan teleskop radio di Ukraina untuk mengirim sinar informasi terfokus -- berisi 500 pesan dari masyarakat dalam bentuk gelombang radio yang dirahkan ke Gliese 581.

Sementara, menteri keilmuwan Australia  saat itu mengorganisasi 20.000 pengguna Twitter untuk mengirim pesan ke bintang tetangga jauh Bumi di luar tata surya itu.

Dugaan bahwa benar ada kehidupan di seputar Gliese 581 saat ini dikuatkan oleh pendapat Dr Steven Vogt dari University of California, Santa Cruz. Ia mengaku 100 persen yakin ada kehidupan di planet itu.

Jumat, 01 Oktober 2010

RI jadi target serangan virus canggih

JAKARTA: Indonesia menjadi negara dengan tingkat penyebaran virus Stuxnet nomor dua tertinggi setelah Iran, sehingga kalangan bisnis dan industri diminta mewaspadai ancaman cybercrime sebagai dampak dari serangan ini.

Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT Prosperita--penyedia solusi keamanan Eset di Indonesia--mengatakan lembaga-lembaga baik bisnis maupun pemerintahan yang menggunakan jaringan komputer dalam pekerjaannya merupakan target potensial virus canggih tersebut.

"Oleh karena itulah kami imbau agar sistem keamanan komputer perlu dijadikan bagian yang terintegrasi dalam pemahaman teknologi komputer. Cyber security pada era belakangan ini bukan lagi elemen yang terpisah, karena potensial untuk diabaikan," ujarnya hari ini.

Menurut data Eset, Indonesia termasuk dalam negara dengan tingkat infeksi Stuxnet tertinggi dengan angka persentase 17,4%. Hanya beda satu peringkat saja di bawah Iran yang ada di posisi pertama dengan persentase 52,2%. Di bawah Indonesia adalah India, Pakistan, Uzbekistan, Rusia dan negara lainnya.

Virus tersebut telah menyebar dan menimbulkan dampak pada jaringan komputer, terutama milik organisasi dan perusahaan di berbagai belahan dunia.

Virus Stuxnet tersebut memang secara spesifik dirancang untuk menghantam SCADA (supervisory control and data acquisition) yang menjalankan sistem kendali fasilitas di industri seperti pabrik dan pembangkit listrik, kemudian mencuri data rahasia dari sistem SCADA itu.

Stuxnet hadir secara sistematis memanfaatkan celah keamanan pada microsoft yang selama ini ada dan tanpa disadari kemudian menggandeng LNK exploit dalam menyebarkan diri. Stuxnet juga menyasar dan mengancam jaringan komputer perusahaan atau organisasi tertentu, karena tujuannya adalah masuk secara ilegal langsung ke tempat penyimpanan informasi rahasia, seperti informasi bisnis dan perdagangan.

Berikutnya adalah sasaran pada peranti lunak atau infrastruktur TI tertentu di dalam sistem komputer, yang bertujuan untuk mencuri data rahasia seperti data nasabah bank atau sistem SCADA.

Untuk mengantisipasi Stuxnet, tutur Yudhi, Eset telah mengembangkan teknologi ThreatSense dalam Eset Antivirus NOD32 dan Eset Smart Security yang telah mampu mengenali worm bernama Stuxnet tersebut sejak Juli 2010. Meski demikian, dia mengingatkan agar pengguna komputer memeriksa kembali antivirus sebelum jaringan komputer di perusahaan menjadi benar-benar tak berdaya.(er)
source: bisnis.com

Kamis, 30 September 2010

Mengingat Kembali Arti Kesaktian Pancasila

TRIBUN-TIMUR.COM -- Anda masih ingat apa itu Hari Kesaktian Panacsila yang jatuh pada setiap tanggal 1 Oktober? Berikut, seperti dilansir Harian Global:
Peristiwa Gerakan 30 September 1965/Partai Komunis Indonesia (PKI) bagi bangsa Indonesia mungkin tidak akan dilupakan. Pasalnya, dalam peristiwa tersebut menewaskan 6 jenderal yakni Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R Suprapto, Mayjen TNI MT Haryono, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI DI Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo dan Lettu Pierre Tendean yang dibunuh secara keji oleh PKI.

Terbongkarnya G 30/SPKI itu kemudian dijadikan cikal bakal peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Setiap tanggal 1 Oktober digelar upacara nasional mengenang peristiwa tersebut di halaman Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya. Termasuk di kantor-kantor instansi pemerintah maupun sekolah-sekolah.

Kita semua tahu dari pelajaran sekolah apa sebabnya diberi nama Hari Kesaktian Pancasila, yaitu telah terbukti bahwa Pancasila itu ampuh dan berhasil menghalau dan menumpas komunis dan PKI dari muka bumi Indonesia dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari kehancuran pada percobaan kudeta PKI tahun 1965. Meskipun sampai kini sejarawan masih melakukan kajian-kajian terhadap tudingan pelaku pembantaian ke enam jenderal dan seorang letnan.

Seiring dengan pergantian pemimpin di negara ini, maka lambat-laun peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga mulai ditiadakan.

Menurut sejarawan Universitas Negeri Medan, Dr Phil Ichwan Azhari MS, pada masa kepemimpinan Presiden Megawati Soekarno Putri, peringatan seremonial ini sudah tidak dilaksanakan lagi. Demikian juga dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang hanya sempat sekali memperingatinya dan tidak lagi di tahun-tahun berikut kepemimpinannya.

Tidak adanya lagi upacara peringatan peristiwa monumental itu dinilai Ichwan merupakan konsekuensi dari manipulasi sejarah yang diciptakan penguasa pada masa lalu. Sebab begitu kepemimpinannya berakhir, maka terjadi delegitimasi yang dasarnya timbul karena sesuatu yang dipaksakan.

Bagi Ichwan, peristiwa itu memang harus diperingati setiap warga negara Indonesia sebagai bentuk mengingat sejarah yang telah menewaskan 6 jenderal dan 1 perwira pertama (Pama). "Harus juga dikaji bahwa pelajaran sejarah di sekolah perlu diluruskan. Sebab pada tragedi 30 September itu masih misterius apakah benar pelakunya PKI, apalagi pasca 1 Oktober terjadi pembantaian sehingga menewaskan sedikitnya 500 warga," ujarnya.

ArSip Quwh

Configure your calendar archive widget - Edit archive widget - Flat List - Newest first - Choose any Month/Year Format
 

Designed by: Compartidísimo
Some images by: Scrappingmar